emas-naik-lagi-data-pekerjaan-as-melemah-dan-tarif-trump-kembali-jadi-sorotan

qaguru.net – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini setelah sempat terkoreksi 0,9% sehari sebelumnya. Investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai menyusul pelemahan data pekerjaan Amerika Serikat (AS) dan perkembangan terbaru soal tarif impor era Donald Trump. Harga emas spot naik mendekati level psikologis US$2.360 per troy ounce. Penguatan ini memperlihatkan sentimen pasar yang mulai berbalik arah, terutama setelah investor mencerna data ekonomi yang kurang menggembirakan dari Negeri Paman Sam.

Data Tenaga Kerja AS Melemahkan Dolar

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data yang menunjukkan penurunan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja sektor nonpertanian pada bulan lalu. Angka pekerjaan hanya bertambah 175.000, jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 238.000. Data ini turut melemahkan dolar AS dan meningkatkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Melemahnya dolar otomatis mendongkrak daya tarik emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut. Investor segera merespons situasi ini dengan kembali mengakumulasi logam mulia.

Keputusan Pengadilan AS Soal Tarif Trump Dorong Emas

Pengadilan internasional memutuskan bahwa beberapa kebijakan tarif yang diberlakukan link alternatif medusa88 pada masa pemerintahan Donald Trump melanggar aturan perdagangan global. Keputusan tersebut memicu kekhawatiran akan ketegangan dagang yang berlanjut antara AS dan mitra dagangnya seperti Tiongkok dan Uni Eropa. Ketidakpastian ini memperbesar minat pelaku pasar terhadap aset safe haven, termasuk emas. Pelaku pasar menilai situasi geopolitik dan kebijakan perdagangan yang tidak menentu dapat memicu volatilitas pasar global.

Minat Investor Ritel Kembali Meningkat

Lonjakan harga emas tidak hanya didorong oleh faktor makroekonomi, tetapi juga oleh peningkatan permintaan dari investor ritel. Platform perdagangan emas online mencatat lonjakan volume transaksi hingga 15% dalam 24 jam terakhir. Para investor memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan keuntungan jangka pendek maupun sebagai strategi lindung nilai jangka panjang. Permintaan tinggi ini turut memperkuat posisi harga emas di pasar global, meskipun masih ada risiko koreksi teknikal dalam waktu dekat.

Prospek Harga Emas dalam Jangka Pendek

Para analis memproyeksikan bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk naik lebih lanjut apabila data ekonomi AS terus menunjukkan pelemahan dan jika ketegangan perdagangan meningkat. Level resistance berikutnya berada di kisaran US$2.380 hingga US$2.400 per troy ounce. Namun, jika The Fed memberikan sinyal hawkish dalam pertemuan mendatang, harga emas bisa saja kembali tertekan. Untuk sementara, emas menikmati sentimen positif dari kombinasi data ekonomi yang lemah dan ketidakpastian kebijakan perdagangan.

By admin